Category Archives: artikel organik

ZAT PENGATUR TUMBUH (HORMON TANAMAN)

Zat pengatur tumbuh merupakan substansi organik yang secara alami diproduksi oleh tanaman, bekerja mempengaruhi proses fisiologi tanaman dalam konsentrasi rendah.

1. AUXIN
Auksin diproduksi dari asam amino tryptophan terutama oleh daun muda dan biji yang sedang berkecambah. Auksin terdiri dari: Indole-3-acetic acic (IAA), Indole-3-butyric acid (IBA), dan α-naphthalene acitic acid (NAA).

Efek auksin pada tanaman:
– Meningkatkan pembelahan dan diferensiasi sel pada jaringan meristem.
– Meningkatkan perkembangan jaringan vaskuler (xylem dan phloem).
– Meningkatkan pembentukan dan perkembangan sistem akar.
– Meningkatkan pembentukan dan perkembangan bunga dan buah.

Aplikasi auksin pada pertanian:
– Mempercepat pembentukan akar pada stek batang.
– Merangsang pembentukan bunga pada tanaman yang sulit berbunga.
– Meningkatkan pembentukan buah pada tanaman yang sedikit berbuah.
– Mencegah kerontokan daun, bunga, dan buah.

2. GIBBERELLIN
Gibberellin diproduksi dari asam mevalonat terutama oleh daun muda dan biji yang sedang berkecambah. Gibberellin terdiri dari: GA1, GA3, GA4, dan GA7.

Efek gibberellin pada tanaman:
Meningkatkan pembesaran dan perpanjangan sel.
Merangsang perkecambahan biji.

Aplikasi gibberellin pada pertanian:
Meningkatkan ukuran dan keseragaman buah yang dihasilkan.
Meningkatkan perkecambahan biji.

3. CYTOKININ
Sitokinin diproduksi dari bahan baku adenin oleh ujung akar. Sitokinin terdiri dari: 6-furfuryl amino purine (kinetin), 4-hydroxyl 7,3 methyl trans-2-butenyl amino purine (zeatin), 6-benzyl amino purine (BAP), dan 6-benzyl adenine (BA).

Efek sitokinin pada tanaman:
– Meningkatkan pembelahan sel dan perkembangan kloroplast.
– Meningkatkan pembentukan dan perkembangan daun.
– Memperpanjang masa produktif daun.

Catatan:
1. Sitokinin berfungsi meningkatkan pembentukan dan perkembangan daun, akan tetapi memiliki efek negatif menghambat pembentukan dan perkembanagn akar.
2. Cytokinin Like-Function (komponen bukan sitokinin tetapi bekerja seperti sitokinin: tyrosin dan adenin) lebih menguntungkan jika diberikan pada tanaman muda karena tidak mengganggu proses pembentukan dan perkembangan akar.

TIDAK SEMUA PUPUK ORGANIK MEMILIKI KUALITAS SAMA

Pernahkah Anda mendengar atau melihat beberapa pupuk organik dengan komposisi yang hampir sama setelah diaplikasikan pada tanaman ternyata memberikan dampak peningkatan produksi yang berbeda..? Mengapa bisa seperti itu..? Karena pupuk organik sangat bervariasi dalam kualitas walaupun terkadang terlihat sama pada label.
Salah satu penentu kualitas pupuk organik adalah faktor pembawa nutrisi (carrier) yang mengangkut nutrisi utama ke dalam sel/jaringan tanaman, yang lazim disebut organic chelating agent:

1. SYNTHETIC CHELATING AGENT
Ethylenediamine-N,N,N’,N’-tetraacetic acid (EDTA)
Ethylenediamine [di(o-hydroxyphenylacetic)acid] (EDDHA)

Kelebihan:
– Ikatan EDTA/EDDHA sangat stabil sehingga dapat dipakai pada berbagai pH.
– Tidak dapat digunakan mikroba untuk hidup sehingga tetap utuh dalam tanah.

Kekurangan:
– EDTA/EDDHA merupakan komponen sintetik, tidak alami.
– Karena ikatan EDTA/EDDHA terlalu stabil, terkadang mineral yang terikat di dalamnya menjadi tidak dapat dimanfaatkan tanaman.

2. LIGNO SULFONATE
Ligno sulfonat merupakan polimer dari jaringan tanaman yang terdiri dari unit phenyl propane. Biasanya diperoleh dari limbah pengolahan kayu dan kertas.

Kelebihan:
– Dapat dimanfaatkan mikroba tanah untuk tumbuh dan berkembang.
– Biaya produksi sangat rendah.

Kekurangan:
– Meninggalkan residu sulfat yang berpotensi mengasamkan tanah.
– Ukuran molekul ligno sulfonat terlalu besar sehingga mineral yang dibawanya lebih sulit diserap tanaman.

3. HUMIC AND FULVIC ACID
Asam humat dan fulvat merupakan komponen organik yang diperoleh dari pengolahan batubara muda atau lignite.

Kelebihan:
– Cost effective, biaya per aplikasi rendah.
– Molekul asam fulvat cukup kecil untuk bisa masuk ke dalam jaringan tanaman melalui daun dan akar.

Kekurangan:
– Asam humat tidak larut pada pH rendah.
– Molekul asam humat terlalu besar untuk bisa masuk melalui jaringan daun.

4. ORGANIC ACID
Asam organik secara alami diproduksi tanaman untuk melarutkan dan mengangkut mineral ke dalam jaringan. Asam organik juga diproduksi melalui proses fermentasi kemudian ditambahkan ke dalam pupuk organik untuk meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi.

Kelebihan:
– Meningkatkan efektivitas penyerapan dan transport nutrisi ke dalam jaringan.
– Asam organik merupakan bagian dari sistem transport, yang secara alami diproduksi oleh tanaman.

Kekurangan:
– Biaya produksi tinggi.
– Ikatan melemah dengan kenaikan pH larutan.

5. AMINO ACID
Asam amino secara alami diproduksi tanaman untuk transport mineral dalam sel. Asam amino juga diproduksi melalui proses fermentasi kemudian ditambahkan ke dalam pupuk organik untuk meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi.

Kelebihan:
– Meningkatkan efektivitas transport nutrisi dalam sel, atau antar sel.
– Asam amino merupakan bagian dari sistem transport, yang secara alami diproduksi oleh tanaman.

Kekurangan:
– Biaya produksi tinggi.

Mengapa produk kami (BIO-THRIVE® dan POWER GROWER®) hanya menggunakan asam organik dan asam amino sebagai faktor pembawa nutrisi (carrier)..?
1. Agar produk pupuk organik kami dapat digunakan pada berbagai range pH, dan dapat digunakan bersama produk pertanian yang lain (termasuk pupuk kimia dan pestisida).
2. Agar nutrisi dalam produk pupuk organik kami dapat segera diserap dan disimpan dalam jaringan tanaman, sebelum akhirnya secara perlahan dimanfaatkan tanaman untuk mendukung pertumbuhan dan produksi.