Harga Komoditi Pertanian N`aaik

BOGOR–Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi April mendatang, mulai berimbas pada harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Belum juga sampai pada waktunya, harga bahan kebutuhan pokok serta barang-barang rumah tangga sudah mulai naik sejak sebulan lalu.

Pantauan Radar Bogor (Group JPNN) di Pasar Induk Jambu Dua, hampir semua komoditas pertanian naik drastis, terutama sayur dan buah. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai merah yang menembus Rp25 ribu per kilogram. Padahal, harga normalnya hanya Rp10 ribu per kilogram.

Tak hanya itu, tomat masak yang biasanya Rp5 ribu per kilogram pun menanjak drastis menjadi Rp15 ribu per kilogram. Hal sama terjadi pada telur dan bahan pokok lainnya. Pada jenis buah, jambu air yang normalnya Rp5 ribu per kilogram menjadi Rp15 ribu. Begitu pun dengan mangga manis yang naik menjadi Rp16 ribu per kilogram dari awalnya Rp8 ribu.

Lain halnya dengan Samsidar. Pengusaha rumah makan Padang di kawasan Tajur itu mengaku kesulitan menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Pasalnya, banderol masakannya tak bisa dinaikkan. Sebab, itu akan berdampak pada penurunan omset. “Harga bahan pokok naik, tapi kita tidak bisa naikkan harga dagangan. Nanti pelanggan akan berkurang,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Bogor, Yus Ruswandi meminta pemkot segera mencari solusi. Di antaranya, dengan menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga.

“Saya kira naiknya harga kebutuhan pokok merupakan dampak dari rencana naiknya BBM. Padahal, kebijakan tersebut masih digodok di DPR. Jadi, hal ini harus disikapi serius oleh pemkot. Menurut say perlu diadakan operasi pasar,” pungkas politisi Partai Golkar itu.

sumber jpnn.com