NUTRISI TANAMAN (BAGIAN 3) : Gejala Kekurangan Unsur Hara Essensial

KEKURANGAN NITROGEN (N)
Gejala paling menonjol adalah warna daun yang berubah menjadi kekuningan, jaringan daun mati, selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Pada tanaman dewasa kekurangan nitrogen akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan buah yang tidak sempurna (kecil-kecil dan cepat masak).

KEKURANGAN FOSFOR (P)
Kekurangan fosfor menyebabkan hambatan pertumbuhan pada sistem akar, warna daun menjadi hijau tua/keabu-abuan, sering pula terdapat pigmen merah pada bagian bawah daun, selanjutnya daun mati. Pertumbuhan buah sangat jelek dan tanaman menjadi kerdil karena perakaran yang buruk dan kurang berfungsi.

KEKURANGAN KALIUM (K)
Pada awalnya daun tampak mengkerut, kemudian tepi daun menguning, tampak bercak-bercak kotor berwarna coklat, kemudian daun mati. Ukuran batang menjadi relatif pendek sehinga tanaman tampak kerdil, buah banyak yang berjatuhan sebelum masak, pemasakan buah pun berlangsung sangat lambat.

KEKURANGAN KALSIUM (Ca)
Kekurangan kalsium juga meyebabkan hambatan pertumbuhan pada sistem akar, daun muda tampak berkeriput, ujung dan tepinya menjadi kuning, jaringan daun pada beberapa tempat mati. Kuncup-kuncup yang telah tumbuh mulai mati karena distribusi zat-zat yang penting bagi pertumbuhan terhambat.

KEKURANGAN MAGNESIUM (Mg)
Magnesium merupakan bagian pembentuk klorofil, oleh karena itu kekurangan unsur ini akan menimbulkan gejala-gejala yang tampak pada daun. Daun menjadi mudah terbakar oleh terik matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin sehingga banyak daun yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut.

KEKURANGAN BELERANG (S)
Kekurangan unsur belerang menyebabkan klorosis terutama pada daun muda. Perubahan warna terjadi pada keseluruhan daun (tidak setempat), warna hijau makin pudar dan berubah menjadi hijau sangat muda atau kuning sehingga menyebakan tanaman tampak berdaun hijau dan kuning.

KEKURANGAN ZAT BESI (Fe)
Kekurangan zat besi biasanya terjadi pada daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur. Pada awalnya secara setempat daun berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau. Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, warna hijau pada tulang daun berubah menjadi kuning pucat sampai putih. Gejala paling hebat terjadi pada musim kemarau, daun muda banyak yang menjadi kering dan berguguran.

KEKURANGAN BORON (B)
Kekurangan unsur boron menyebabkan terjadinya klorosis secara setempat pada permukaan daun bagian bawah, yang selanjutnya menjalar ke bagian tepi. Jaringan daun menjadi mati, daun muda tidak berkembang, pertumbuhan berhenti (kerdil), kuncup mati dan menjadi berwarna hitam/coklat. Pada beberapa bagian dari buah terjadi penggabusan, umbi menjadi kecil yang terkadang dipenuh lubang-lubang kecil berwarna hitam, demikian pula pada bagian akar.

KEKURANGAN MANGAN (Mn)
Awalnya diantara tulang daun secara setempat terjadi klorosis, warna hijau pada daun berubah menjadi kuning yang selanjutnya menjadi putih. Jaringan pada bagian daun yang mengalami klorosis menjadi mati, mengering, dan mengeriput. Kekurangan mangan juga berakibat buruk terhadap pembentukan biji.
KEKURANGAN SENG (Zn)
Kekurangan unsur seng menyebabkan tanaman mengalami penyimpangan dalam pertumbuhan, antara lain: daun lebih kecil dan sempit daripada umumnya, warna kuning di antara tulang daun, daun mati sebelum waktunya kemudian mulai berguguran dari daun yang ada di bagian bawah menuju ke puncak.

KEKURANGAN TEMBAGA (Cu)
Kekurangan unsur tembaga menyebabkan daun-daun muda menjadi layu dan kemudian mati, ranting juga berubah warna menjadi coklat dan ahkirnya mati. Buah yang dihasilkan umumnya kecil-kecil, berwarna kecoklatan, dan pada bagian dalamnya sering dijumpai sejenis perekat (gum). Sering terjadi pada tanaman buah.

KEKURANGAN MOLIBDENUM (Mo)
Kekurangan unsur ini menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal, terutama pada sayuran. Hampir semua daun mengalami perubahan warna, kadang-kadang daun mengkerut sebelum akhirnya mengering dan mati. Mati pucuk biasa terjadi pada tanaman yang mengalami kekurangan unsur ini.

KEKURANGAN Na, Cl, dan Si
Silicon (Si) hanya diperlukan pada tanaman serelia misalnya padi dan gandum, tetapi kekurangan unsur ini belum diketahui dengan jelas akibatnya bagi tanaman. Kekurangan unsur Klorida (Cl) dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga. Kekurangan unsur Natrium (Na) menyebabkan resistensi tanaman terhadap air berkurang terutama pada musim kering (tidak dapat meningkatkan kandungan air).

Satu hal yang menjadi kesamaan diantara semua gejala kekurangan unsur hara essensial adalah adanya penurunan hasil panen yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi tanaman, terutama unsur hara essensial juga unsur beneficial.


Komentar dengan Facebook

comments

Powered by Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>