Produk organik untuk kehidupan yang lebih baik


Pertanian organik

Pertanian organik menjadi salah satu alternative dalam melestarikan alam. Penggunaan bahan-bahan organic sebagai bahan utama dalam produk pertanian menjadi hal yang cukup penting untuk kita perhatikan agar terjadi keselarasan alam dan juga manusia. Penggunaaan zat-zat kimia banyak menimbulkan efek negatifnya walaupun juga memiliki banyak hal positif. Namun kita sebagai manusia tentu wajib berusaha agar semua bisa berjalan dengan baik namun selaras.

Pertanian organik dengan pengurangan produk kimia baik pada lahan pertanian, penggunaan pupuk dan juga pestisida diharapkan mampu mejaga keseimbangan alam. Mari kita jaga alam dengan budidaya pertanian organik selain memiliki daya jual tinggi, bertani dengan system organic berarti juga ikut melestarikan alam. Kalau bukan kita siapa lagi? Kebanyakan orang menganggap bahwa pertanian organik membutuhkan biaya tinggi dengan hasil produktifitas yang kecil. Silahkan dibuktikan sendiri jika ingin tahu hasilnya..


Pupuk organik

Dalam pertanian organik tentu saja membutuhkan pupuk organik dan juga pestisida organik. Ada banyak jenis pupuk organic yang bisa anda gunakan dalam budidaya tanaman pertanian anda. Ada pupuk organik cair ada pupuk organik padat. Pupuk organic adalah pupuk yang dibuat menggunakan bahan-bahan alami. Anda bisa membuat sendiri pupuk organic atau juga bisa membeli pada produsen pupuk organik. Di web ini kami juga menyediakan pupuk organik cair sebagai nutrisi untuk pupuk pelengkap jika anda berminat, silahkan klik www.pertanianorganik.net

Pestisida organik

Hama adalah satu hal yang penting untuk dikendalikan dalam rangka menghasilkan produksi hasil pertanian yang optimal. Memang cukup dilematis dalam penggunaan pestisida ini. Banyaknya penggunaan insektisida kimia sintetis secara intensif pada tanaman pertanian baik hortikultura terutama sayuran bisa berakibat kurang baik terhadap kesehatan manusia karena residu yang tertinggal pada tanaman. Penggunaan pestisida kimiawi juga bisa menimbulkan dampak negatif seperti berkembangnya ras hama yang resisten terhadap insektisida, resurjensi hama, munculnya hama sekunder, terbunuhnya musuh alami hama dan hewan bukan sasaran lainnya, serta terjadinya pencemaran lingkungan. Nah produk organik bisa menjadi solusi. Budidaya dalam pertanian organik dengan menggunakan pupuk organik dan juga pestisida organik/ nabati mampu menghilangkan resiko pada penggunaan produk-produk kimia sintetis.
Jika anda ingin belanja pupuk organik cair kami => klik disini
Jika anda ingin menjadi stockist pupuk organik cair kami => klik disini

TIDAK SEMUA PUPUK ORGANIK MEMILIKI KUALITAS SAMA

Pernahkah Anda mendengar atau melihat beberapa pupuk organik dengan komposisi yang hampir sama setelah diaplikasikan pada tanaman ternyata memberikan dampak peningkatan produksi yang berbeda..? Mengapa bisa seperti itu..? Karena pupuk organik sangat bervariasi dalam kualitas walaupun terkadang terlihat sama pada label.
Salah satu penentu kualitas pupuk organik adalah faktor pembawa nutrisi (carrier) yang mengangkut nutrisi utama ke dalam sel/jaringan tanaman, yang lazim disebut organic chelating agent:

1. SYNTHETIC CHELATING AGENT
Ethylenediamine-N,N,N’,N’-tetraacetic acid (EDTA)
Ethylenediamine [di(o-hydroxyphenylacetic)acid] (EDDHA)

Kelebihan:
– Ikatan EDTA/EDDHA sangat stabil sehingga dapat dipakai pada berbagai pH.
– Tidak dapat digunakan mikroba untuk hidup sehingga tetap utuh dalam tanah.

Kekurangan:
– EDTA/EDDHA merupakan komponen sintetik, tidak alami.
– Karena ikatan EDTA/EDDHA terlalu stabil, terkadang mineral yang terikat di dalamnya menjadi tidak dapat dimanfaatkan tanaman.

2. LIGNO SULFONATE
Ligno sulfonat merupakan polimer dari jaringan tanaman yang terdiri dari unit phenyl propane. Biasanya diperoleh dari limbah pengolahan kayu dan kertas.

Kelebihan:
– Dapat dimanfaatkan mikroba tanah untuk tumbuh dan berkembang.
– Biaya produksi sangat rendah.

Kekurangan:
– Meninggalkan residu sulfat yang berpotensi mengasamkan tanah.
– Ukuran molekul ligno sulfonat terlalu besar sehingga mineral yang dibawanya lebih sulit diserap tanaman.

3. HUMIC AND FULVIC ACID
Asam humat dan fulvat merupakan komponen organik yang diperoleh dari pengolahan batubara muda atau lignite.

Kelebihan:
– Cost effective, biaya per aplikasi rendah.
– Molekul asam fulvat cukup kecil untuk bisa masuk ke dalam jaringan tanaman melalui daun dan akar.

Kekurangan:
– Asam humat tidak larut pada pH rendah.
– Molekul asam humat terlalu besar untuk bisa masuk melalui jaringan daun.

4. ORGANIC ACID
Asam organik secara alami diproduksi tanaman untuk melarutkan dan mengangkut mineral ke dalam jaringan. Asam organik juga diproduksi melalui proses fermentasi kemudian ditambahkan ke dalam pupuk organik untuk meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi.

Kelebihan:
– Meningkatkan efektivitas penyerapan dan transport nutrisi ke dalam jaringan.
– Asam organik merupakan bagian dari sistem transport, yang secara alami diproduksi oleh tanaman.

Kekurangan:
– Biaya produksi tinggi.
– Ikatan melemah dengan kenaikan pH larutan.

5. AMINO ACID
Asam amino secara alami diproduksi tanaman untuk transport mineral dalam sel. Asam amino juga diproduksi melalui proses fermentasi kemudian ditambahkan ke dalam pupuk organik untuk meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi.

Kelebihan:
– Meningkatkan efektivitas transport nutrisi dalam sel, atau antar sel.
– Asam amino merupakan bagian dari sistem transport, yang secara alami diproduksi oleh tanaman.

Kekurangan:
– Biaya produksi tinggi.

Mengapa produk kami (BIO-THRIVE® dan POWER GROWER®) hanya menggunakan asam organik dan asam amino sebagai faktor pembawa nutrisi (carrier)..?
1. Agar produk pupuk organik kami dapat digunakan pada berbagai range pH, dan dapat digunakan bersama produk pertanian yang lain (termasuk pupuk kimia dan pestisida).
2. Agar nutrisi dalam produk pupuk organik kami dapat segera diserap dan disimpan dalam jaringan tanaman, sebelum akhirnya secara perlahan dimanfaatkan tanaman untuk mendukung pertumbuhan dan produksi.